Tuesday, March 6, 2012

Jendela Segi Empat

           Seseorang yang ingin perkataannya selalu diikuti itu mungkin dia tak lulus sekolah dasar.
Lihat saja tingkahnya,menggelitik seakan tak mau terusik.seorang terdekatnya hanya memberinya makan dan minum namun enggan untuk berpesan kepadanya "hei kamu,,lihatlah temanmu itu,tak ada rotan akarpun jadi".

         terlalu nyaman untuk mereka yang seakan tak pernah dicubit,jika saya boleh membandingkannya mungkin itu lebih malu ketika anda tidak memakai busana.lihatlah mereka yang tak tersentuh dataran beton,hanya kayu reot yang hampir mau tiduran itu,matahari belum bersinar pun ia sudah lebih dulu menyinari dirinya dengan do'a,bau basah belum menyapa pun ia sudah siap dengan wewangian seadanya,dan sebelum ayam berkokok pun ia terlebih dahulu telah berbicara dengan Tuhannya.
          Bertanyalah kepada cermin diri anda,apakah anda sudah menjadi manusia sesungguhnya?atau hanya sekedar orog yang brojol dari benjolan besar diperut.tidak usah memperbaiki sepatu yang mewah,dan menggantinya menjadi sepatu yang waah.tetapi coba bersihkan dulu kotoran hewan yang bekas kau injak dibawah sepatumu itu,dan kau amati sebelum dan sesudah sepatu itu dibersihkan.sesaat kau mencium bau yang bisa dibilang semerbak keterlaluan,tetapi lihatlah ketika sepatu itu bersih,memakainya saja bisa ketagihan padahal belum waktunya dipakai.
Bersyukurlah,niscaya akan bertambah nikmat itu.
“Eh iya,ini aneh gk sih,coba liat gue?”
“emm,,nggak kayaknya,”
“Oooh iya,coba liat tetangga sebelah,dia punya anak SD,coba perhatiin deh,segala disekelilingnya itu adalah teman baiknya”
“kenapa begitu”
“lhaiyya,masa gk ngerti,,dia sebelum gua naik motor butut berangkat sekolah dia udah nyam pe duluan naik sepeda yang lebih butut dari gua?”
“ya iyalah mungkin jarak sekolahnya dia jauh”
“Sembarangan,kalo jarak sekolahnya cuman beda 1 meter sama lo gimana?”

Hening..,
tengoklah keluar jendela rumahmu ketika matahari sudah tampak di ufuk timur untuk menyambutmu namun kaupun masih berjibaku dengan bau ketiakmu.
Ayam ayam sudah setor muka dengan alam kau pun masih menutup mata,seakan lelah menghadapi dunia.Tempatkan Rasa malu itu ketika memang rasa malu itu membangun.Jangan malah nyeleneh minta keringanan, kalo kata orang betawi “emang punya nenek moyang lo..”.

         Bersama samalah ajak anggota tubuhmu untuk bergerak dengan semestinya,Hentak tanganmu jika tanganmu itu hampir mau tidur,Lepas bajumu berganti dengan baju yang semerbak wewangiannya,Ucapkan Syukurmu ketika Hela nafas masih menyertaimu,usap wajahmu ketika keringatmu yang bau itu membasahi,Dan jaga Kepercayaanmu itu kepada apa apa yang semestinya dipercayai.

Asfanazkarim.

No comments: