Saturday, April 28, 2012

membagi kisah dan tak ada yang mengerti

Teman,,mengapa merasa malu?
saya tidak berniat menggandeng dan membawamu kembali atau menghindarkan dari lampu sorot.
Maka ketika hari itu teringat,saya di tuntun kembali ke sekolah,bercengkrama,bertanya,menulis,membaca,dan mengerjakan.Dan ketika nanti ada yang bertemunya,berceritalah yang banyak walau tak seperti dulu namun cukuplah untuk mengalirkan senyum bahagia yang teraduk bersama perasaan rasa rindu.

"Buang semua alat komunikasi itu !,aku hanya butuh selembar daun lontar untuk ku tuliskan bergandengan dengan jejak jejak itu."
"bagaimana caranya bisa,di zaman teknologi yang begitu canggih seperti ini ?"
"loh iya,kalau aku meminta,aku tidak ingin diperkenalkan dengan alat yang banyak pencetan dan lampunya itu".
"walaah,,yakin? "
"YAKIN !, aku ingin naik kebukit yang tinggi dan ku lempar alat itu ".

            seseorang yang baik,anggun,dan bercita-cita baik untuk kehidupannya mungkin sudah melewati berbagai Rapat saham dengan Tuhan.lalu,Bagaimana dengan kita?
Beranikan,"Brave your Heart...".bukan hanya ingin ini,ingin itu tetapi menutup mata..
yaa bagaiman caranya? yuk kita sedikit menitihkan air mata untuk waktu demikian terbuang sia-sia,padahal waktu itu bengis,ia terus pergi dan menabung pada umur.

            Entah yang diperbuat itu kebaikan atau sekedar sekedar saja.Maka Ketika seseorang bercerita dengan temannya,mungkin dia merasa senang.Padahal belum tentu menjawab,yang akhirnya menjadi misteri atau akhirnya orang yang punya masalah itu sendiri yang memecahkannya.Apa yang dirasa mungkin,maka dicarilah peluangnya dan titik temu itu,karena sebenarnya tidak ada kebebasan memilih,hanya saja ditunjuki cara berilmu dan hebat agar menjadi lebih kuat dari keharusan.Adapun pilihan lain mungkin hanya menghibur atau malah menjebak.Bagaimana ketika ada pilihan yang menjatuhkan tetapi sebenarnya ada yang menuntut,kuncinya yaa tetap teguhkan pendirian yang benar.

         apapun yang terjadi disekitarku,lantas tak kujadikan angin ribut,namun juga tak kubakar,dan kuselipkan pada catatan itu untuk kemudian kujadikan gambaran bagi mereka yang mengalaminya sama.Maka ketika ada pilihan kesempurnaan sebenarnya itu adalah pilihan yang menggiurkan,tetapii... tidak tidak !,jika aku plih itu aku tidak merasakan nikmatnya sehat berkeringat dan sensasi plong ketika berhasil memecahkan masalah,Subhanallah,Tuhan Memang Maha Adil,ada yang keberanian namun tidak ada modal,ada juga yang punya modal tetapi tidak punya keberanian,maka seketika itu juga orang itu dipertemukan dan saling sapa anggun maka terciptalah inovasi yang sebenarnya inovasi itu bisa untuk dipakai sepuluh ribu kali lipat dari orang yang membuatnya atau bahkan lebih.

        Jangan lupa bersyukur,ingat yang punya nafas siapa dan yang punya kehendak penuh siapa.
sekalipun tertimpa tangga setelah jatuh,maka kau harus bersyukur masih diberi hidup,atau bersyukur tangan patah karena yang lain belum patah,karena seseorang yang tidak mempunyai kelengkapan anggota badan bahkan bisa lebih mensyukuri dari pada yang mengeluh karena tangannya patah.

asfanazkarim.

Wednesday, April 11, 2012

BEHIND

Dan ketika mereka bertepuk tangan memberikan applause yang begitu meriah,maka cerita itu muncul dibelakang.
   
        Tiba saatnya bernostalgia dengan orang orang terdekat,keluarga,sahabat,atau teman.
begitu baiknya sebuah kejujuran,mungkin menjadikan seseorang bisa tidak lebih kaya dari seorang pengemis,namun mereka orang yang istimewa layaknya manusia purba yang tulang ekornya di museumkan itu.
suatu ketika ada sebuah bilik bambu,beratap jerami dan beralas tanah merah,namun terdapat lukisan indah didalamnya,yang menggambarkan kesyukuran mereka terhadap anugrah Yang Maha Kuasa.Mereka tinggal disebuah rumah,mereka anggap semua kebutuhan mereka ada disekelilingnya,dedaunan,kayu bakar,umbi umbian,dan kawan sebangsanya.

         Kupandangi bilik itu,dan batinku.. : "Tuhanku Yang Maha Adil,Bagaimana cara mereka bersyukur bersyukur,mereka bisa sangat berkehidupan rukun,berdamai dengan sesamanya,dan begitu dekatnya denganmu,".Terbesit bayangan gambaran pahit dan sebuah pertanyaan besar, : mengapa diperkotaan sana yang  rumahnya megahnya beratap duplikasi awan,dan kemilau cahaya keemasan dari lampu gantung satu milyar,hanya tinggal tiga orang yang selalu mengeluh,sulit sekali bertegur sapa,dan sakit sakitan hatinya itu.
Maka ketika itu Tuhan bercerita tentang keadilan,yang sederhana yaa rukun yang diatas sederhana yaa enggan minta ampun.Senang menyindir sesamanya namun tak pernah menyelundup kedalam dirinya sendiri mengendus kesalahan kepada dirinya sendiri.dan ketika tiba dia harus banjir keringat,maka tibalah waktunya mengeluh.

        Mudah sekali sepertinya untuk beralasan tentang kenapa kenapa yang dilakukanya itu,namun tidak pernah bercermin tentang siapa dirinya.ooh,,ternyata begitu cara bermain mereka,tidak mau jaga,hanya mau bermain.mau menginjak temannya namun tidak mau bersaing dengan dirinya,

"Astagfirullahhaladziim,ko bisa ya enak enakan?"ucapku mengerutkan dahi.
"loh,iya dong apa yang gk enak?,wong makan tinggal makan,tidur,gak usah repot lah,,"
"apa kamu gak tau terima kasih kepada siapa yang memasak makananmu itu?'
"aah,,biar saja,itu memang tugasnya,mau aku ludahi makanan ini pun tak menjadi masalah.."
"ya Tuhaan,semoga kau membuka matanya sedikit untuk melihat matahari diatas kepalanya"batinku.

       Terkadang sulit untuk berteman,menjelaskan bagaimana usaha orang disekitarnya.yang penting asal jadi dan beres,padahal yang berusaha mungkin yang menghilirkan air matanya ketika mereka di injak-injak.Habislah anastesinya dan ego itu seenaknya.Tuhanku yang Maha Penyayang sadari mereka mereka yang telah menginjak dan menendangku,maka seketika itu Engkau memberinya anastesi yang baik yang menyayangi sesamanya,bukan tidak mau membantu hanya,mau mengambil air saja untuk mengobati hijau pucat daun itu.

asfanazkarim.

Thursday, March 15, 2012

Mana Temanmu?

Hening,larut dalam kesendirian.
memaksa seseorang untuk mencari siapa kerabatnya?
Jika tak menemuinya,tak jarang yang dilakukan adalah bersenandung,seakan terheran heran tentang apa yang mau dilakukannya.Jika mempunyai kenangan yang baik,akan terbayang kenangan itu,Jika teringat sewaktu bisa tertawa bersama teman temannya,wajahnya pun tak ingat tentang masalahnya namun tanpa disengaja raut wajahnya menjadi senyum dengan sendirinnya.

          Dulu ketika datang masa sekolah menengah pertama senang sekali rasanya punya banyak teman,yang diketahuinya yang penting punya teman.Hanya saja semakin beranjaknya matahari yang bolak balik nongol,temanmu itu seperti daun yang tadinya saling berdampingan di pohon,satu persatu kemudian jatuh.bahkan nyaris ditebang pohon itu.terlihat pakaiannya temannya yang lusuh tak tersentuh setrika,sesamanya seperti memasang pembatas jarak seakan enggan berjabat bahkan menyentuhnya.Terlihat temannya yang seakan lebih pandai sesamanya,ada yang menghardik tak beralasan,dan uniknya terlihat temannya malas malah senang melihat temannya dimarahi oleh tetuanya.

apa ada yang senang melihat kotoran berserakan?

(jawabannya beragam,)

apa ada yang senang melihat matahari pagi?

(jawaban untuk orang yang sering melihatnya mungkin membosankan.)

apa ada yang pernah berlatih cara berbicara yang baik?

(mungkin sebagian orang banyak yang bilang jarang bahkan hampir tidak ada.)

pertanyaannya mengapa sering terlarut dalam kesendirian?
mungkin jawabannya sederhana,yaitu sulitnya bercermin kepada seseorang atau yang lebih jelasnya bercermin kepada diri sendiri.

"hey,,kamu kemarilah.."
"yaa ada apa..." santunku menjawaab.
"lihat pakaianmu itu,kau tak punya setrika dirumah..?"
"arang pun aku tak punya.."
"pandanglah dirimu,tak ubahnya hanya pantas dirimu untuk menyentuh rotan".

         ada sesaat bayangan bagaimana ketika merasakan tak ada seseorang yang dijadikan sebagai teman namun seringkali lupa siapa teman itu? maka ketika teman itu dekat,terlalu sering dijadikan bahan,atau media bercerita,takut untuk bertegur,bahkan seringkali menilainya sebagai sesuatu barang yang sangat berlebih harganya.tertunduklah,bagaimana mau berpandang jauh jika sebenarnya mata itu rabun.
bagaimana menemukan air,jika baru melihat fatamorgana dianggapnya danau itu takkan jauh lagi.
Maka sesungguhnya Tuhan akan tunjukkan jalan itu tanpa syarat jika manusia pandai berdekatan dengan Tuhannya,Ikhlas meninggalkan dahulunya yang kelam.

          "Cepat buka alas kaki itu !"
jangan terlalu lama beralas diatas sandal tahu,karena kau harus berlari berkelut dengan duniamu.
"Cepat gulung kemeja lengan panjangmu !",karena basahi tanganmu dengan air wudhu setelah kau lelah  berkelut dengan duniamumu,dan Berserahlah kepada-Nya.Berdo'a kepada Tuhanmu,agar kebaikan senantiasa menyertaimu,dan semangat berkobar mentenagaimu untuk terus berinovasi.

asfan azkarim.



Saturday, March 10, 2012

Menerobos Batas Mental



" Ada banyak hal yang menggagalkan perubahan, tapi yang utama, sebab dari kegagalan orang berubah adalah yang telah mempersulitnya selama ini."

- Mario Teguh -

Tuesday, March 6, 2012

Jendela Segi Empat

           Seseorang yang ingin perkataannya selalu diikuti itu mungkin dia tak lulus sekolah dasar.
Lihat saja tingkahnya,menggelitik seakan tak mau terusik.seorang terdekatnya hanya memberinya makan dan minum namun enggan untuk berpesan kepadanya "hei kamu,,lihatlah temanmu itu,tak ada rotan akarpun jadi".

         terlalu nyaman untuk mereka yang seakan tak pernah dicubit,jika saya boleh membandingkannya mungkin itu lebih malu ketika anda tidak memakai busana.lihatlah mereka yang tak tersentuh dataran beton,hanya kayu reot yang hampir mau tiduran itu,matahari belum bersinar pun ia sudah lebih dulu menyinari dirinya dengan do'a,bau basah belum menyapa pun ia sudah siap dengan wewangian seadanya,dan sebelum ayam berkokok pun ia terlebih dahulu telah berbicara dengan Tuhannya.
          Bertanyalah kepada cermin diri anda,apakah anda sudah menjadi manusia sesungguhnya?atau hanya sekedar orog yang brojol dari benjolan besar diperut.tidak usah memperbaiki sepatu yang mewah,dan menggantinya menjadi sepatu yang waah.tetapi coba bersihkan dulu kotoran hewan yang bekas kau injak dibawah sepatumu itu,dan kau amati sebelum dan sesudah sepatu itu dibersihkan.sesaat kau mencium bau yang bisa dibilang semerbak keterlaluan,tetapi lihatlah ketika sepatu itu bersih,memakainya saja bisa ketagihan padahal belum waktunya dipakai.
Bersyukurlah,niscaya akan bertambah nikmat itu.
“Eh iya,ini aneh gk sih,coba liat gue?”
“emm,,nggak kayaknya,”
“Oooh iya,coba liat tetangga sebelah,dia punya anak SD,coba perhatiin deh,segala disekelilingnya itu adalah teman baiknya”
“kenapa begitu”
“lhaiyya,masa gk ngerti,,dia sebelum gua naik motor butut berangkat sekolah dia udah nyam pe duluan naik sepeda yang lebih butut dari gua?”
“ya iyalah mungkin jarak sekolahnya dia jauh”
“Sembarangan,kalo jarak sekolahnya cuman beda 1 meter sama lo gimana?”

Hening..,
tengoklah keluar jendela rumahmu ketika matahari sudah tampak di ufuk timur untuk menyambutmu namun kaupun masih berjibaku dengan bau ketiakmu.
Ayam ayam sudah setor muka dengan alam kau pun masih menutup mata,seakan lelah menghadapi dunia.Tempatkan Rasa malu itu ketika memang rasa malu itu membangun.Jangan malah nyeleneh minta keringanan, kalo kata orang betawi “emang punya nenek moyang lo..”.

         Bersama samalah ajak anggota tubuhmu untuk bergerak dengan semestinya,Hentak tanganmu jika tanganmu itu hampir mau tidur,Lepas bajumu berganti dengan baju yang semerbak wewangiannya,Ucapkan Syukurmu ketika Hela nafas masih menyertaimu,usap wajahmu ketika keringatmu yang bau itu membasahi,Dan jaga Kepercayaanmu itu kepada apa apa yang semestinya dipercayai.

Asfanazkarim.