Hening,larut dalam kesendirian.memaksa seseorang untuk mencari siapa kerabatnya?
Jika tak menemuinya,tak jarang yang dilakukan adalah bersenandung,seakan terheran heran tentang apa yang mau dilakukannya.Jika mempunyai kenangan yang baik,akan terbayang kenangan itu,Jika teringat sewaktu bisa tertawa bersama teman temannya,wajahnya pun tak ingat tentang masalahnya namun tanpa disengaja raut wajahnya menjadi senyum dengan sendirinnya.
Dulu ketika datang masa sekolah menengah pertama senang sekali rasanya punya banyak teman,yang diketahuinya yang penting punya teman.Hanya saja semakin beranjaknya matahari yang bolak balik nongol,temanmu itu seperti daun yang tadinya saling berdampingan di pohon,satu persatu kemudian jatuh.bahkan nyaris ditebang pohon itu.terlihat pakaiannya temannya yang lusuh tak tersentuh setrika,sesamanya seperti memasang pembatas jarak seakan enggan berjabat bahkan menyentuhnya.Terlihat temannya yang seakan lebih pandai sesamanya,ada yang menghardik tak beralasan,dan uniknya terlihat temannya malas malah senang melihat temannya dimarahi oleh tetuanya.
apa ada yang senang melihat kotoran berserakan?
(jawabannya beragam,)
apa ada yang senang melihat matahari pagi?
(jawaban untuk orang yang sering melihatnya mungkin membosankan.)
apa ada yang pernah berlatih cara berbicara yang baik?
(mungkin sebagian orang banyak yang bilang jarang bahkan hampir tidak ada.)
pertanyaannya mengapa sering terlarut dalam kesendirian?
mungkin jawabannya sederhana,yaitu sulitnya bercermin kepada seseorang atau yang lebih jelasnya bercermin kepada diri sendiri.
"hey,,kamu kemarilah.."
"yaa ada apa..." santunku menjawaab.
"lihat pakaianmu itu,kau tak punya setrika dirumah..?"
"arang pun aku tak punya.."
"pandanglah dirimu,tak ubahnya hanya pantas dirimu untuk menyentuh rotan".
ada sesaat bayangan bagaimana ketika merasakan tak ada seseorang yang dijadikan sebagai teman namun seringkali lupa siapa teman itu? maka ketika teman itu dekat,terlalu sering dijadikan bahan,atau media bercerita,takut untuk bertegur,bahkan seringkali menilainya sebagai sesuatu barang yang sangat berlebih harganya.tertunduklah,bagaimana mau berpandang jauh jika sebenarnya mata itu rabun.
bagaimana menemukan air,jika baru melihat fatamorgana dianggapnya danau itu takkan jauh lagi.
Maka sesungguhnya Tuhan akan tunjukkan jalan itu tanpa syarat jika manusia pandai berdekatan dengan Tuhannya,Ikhlas meninggalkan dahulunya yang kelam.
"Cepat buka alas kaki itu !"
jangan terlalu lama beralas diatas sandal tahu,karena kau harus berlari berkelut dengan duniamu.
"Cepat gulung kemeja lengan panjangmu !",karena basahi tanganmu dengan air wudhu setelah kau lelah berkelut dengan duniamumu,dan Berserahlah kepada-Nya.Berdo'a kepada Tuhanmu,agar kebaikan senantiasa menyertaimu,dan semangat berkobar mentenagaimu untuk terus berinovasi.
asfan azkarim.
No comments:
Post a Comment